Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Jalan Beton Rp249 Juta di Nias Selatan Baru Sebulan Sudah Rusak - Warga: Cuma Pakai 200 Sak Semen

Kriminal 25 Sep 2026 15:34 • 3 min read • 19 views • By admin

Share berita ini

Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Jalan Beton Rp249 Juta di Nias Selatan Baru Sebulan Sudah Rusak - Warga: Cuma Pakai 200 Sak Semen
Nias Selatan, - MITRATV.my.id – Mutu pembangunan semenisasi jalan di Desa Hilimaera menuju Desa Hilihoru, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan,...

Nias Selatan, - MITRATV.my.id – Mutu pembangunan semenisasi jalan di Desa Hilimaera menuju Desa Hilihoru, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan, dipertanyakan warga. Proyek senilai Rp249.738.665 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) itu dilaporkan mengalami kerusakan meski belum genap satu bulan selesai dikerjakan.


Proyek dengan volume panjang 250 meter, lebar 3 meter dan tebal 15 cm itu dilaksanakan oleh CV Pelita Maju Jaya dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender. Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi badan jalan bergelombang, tergenang air, serta di beberapa titik lapisan betonnya terkelupas hingga batu kerikil berserakan di bahu jalan.


Salah seorang pekerja di lokasi mengaku hanya menjalankan perintah.


“Kami hanya menuruti perintah saja. Soal badan jalan bergelombang, masalah kualitas tidak tahu. Kami hanya diupah tentu turuti perintah,” ujarnya saat ditemui awak media, Rabu (26/08/2026).


*Kejanggalan Penggunaan Semen Jadi Sorotan*


Sorotan utama warga tertuju pada dugaan pengurangan material semen. Berdasarkan keterangan pemilik gudang material di lokasi, semen yang digunakan untuk proyek tersebut hanya berkisar 197 hingga 200 sak.


Tokoh masyarakat Hilihoru yang ditemui awak media mempertanyakan kesesuaian jumlah tersebut dengan volume pekerjaan.


“Untuk pekerjaan rabat beton sepanjang 250 meter, lebar 3 meter dan tebal 15 cm, dengan komposisi 1:2:3, apakah 200 sak semen itu cukup? Ini yang membuat kami curiga kualitasnya buruk,” tegasnya.


Secara teknis, volume beton proyek tersebut mencapai 112,5 meter kubik. Merujuk pada Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mutu beton jalan K-225 hingga K-250, kebutuhan semen ideal adalah 6 sampai 7 sak (50 kg) per meter kubik. Artinya, kebutuhan total seharusnya mencapai 675 hingga 787 sak semen.


Selisih lebih dari 400 sak semen tersebut diduga menjadi penyebab utama beton tidak kokoh dan cepat rusak, padahal jalan tersebut setiap hari dilalui kendaraan roda empat jenis pikap pengangkut hasil pertanian dan perkebunan warga.


“Bagaimana mungkin bisa tahan berbulan-bulan kalau kualitasnya seburuk ini. Patut diduga pelaksana tidak profesional dan hanya mengejar keuntungan,” ujarnya.


*Pengakuan Pelaksana dan Tuntutan Warga*


Terpisah, Direktur CV Pelita Maju Jaya, Carles, saat dikonfirmasi di kantornya pada Kamis (20/09/2026) tidak membantah adanya kelemahan pada pekerjaan tersebut.


“Memang ada kelemahan ataupun kekurangan kualitas. Dan akan kita komunikasikan lagi kepada PPK dan Konsultan Pengawas. Itu juga ulah kepercayaan di lapangan,” dalihnya.


Hingga berita ini ditayangkan, belum terlihat adanya upaya perbaikan di lapangan.


Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Nias Selatan untuk turun langsung melakukan pemeriksaan dan memerintahkan rekanan bertanggung jawab.


“Jika tidak ada niat baik untuk memperbaiki, kami siap membuat laporan resmi ke ranah hukum,” tutup tokoh masyarakat tersebut.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PPK dan Konsultan Pengawas CV Deverian Konsultan belum memberikan keterangan resmi. Mitratv masih berupaya meminta konfirmasi lanjutan.


(Tim /askadar)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mitra TV

Recent Articles

Popular Articles